berita |

Hanya 70 Persen Siswa di Banyumas Tertib Pembelajaran Daring, Selebihnya Main ‘Game Online’

Hanya 70 Persen Siswa di Banyumas Tertib Pembelajaran Daring, Selebihnya Main ‘Game Online’

BANYUMAS, hestek.id – Analisis mendalam hestek.id terhadap efektivitas pembelajaran daring di Kabupaten Banyumas mengungkap retakan serius dalam ekosistem pendidikan jarak jauh. Satu tahun setelah KBM daring berjalan sejak awal pandemi 2020, data resmi Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas per 18 Februari 2021 menunjukkan partisipasi siswa hanya berkisar 70-80 persen, sebuah angka yang memicu evaluasi besar-besaran terhadap model pengawasan dan infrastruktur digital.

Ilustrasi siswa Banyumas pembelajaran daring dan game online
Potret Daring Banyumas: Hanya 70-80 persen siswa yang aktif mengikuti kelas online, sisanya terindikasi beralih ke game online. Foto: Pexels/HESTEK

Potret Satu Tahun Daring: Ketika Kelas Online Ditinggalkan

Fakta yang diungkap Kepala Dindik Banyumas, Irawati, kepada hestek.id pada Kamis (18/2/2021) itu bukan sekadar statistik absensi. Ini adalah indikator kebocoran sistem. Dari total siswa yang mendaftar di kelas online, ada yang sama sekali tidak pernah login. Fenomena ini terjadi di tengah masa di mana pembelajaran tatap muka masih ditutup total, sehingga daring menjadi satu-satunya kanal resmi.

70-80 Persen: Angka Resmi yang Disampaikan Irawati

Partisipasi siswa kalau di Banyumas rata-rata sekitar 70 sampai 80 persen. Jadi memang ada yang mendaftar kelas online tapi sama sekali tidak ikut. Sekarang anak-anak kebanyak nge-game, kata Irawati. Pernyataan tersebut dikutip hestek.id pada Jumat, 19 Feb 2021. Angka 20-30 persen yang hilang ini tidak merata. Berdasarkan pemetaan lapangan Dindik Banyumas, kantong-kantong kebocoran terbesar terjadi di wilayah dengan keterbatasan gawai dan sinyal, serta pada jenjang SMP dan SMA di mana kontrol orang tua mulai longgar.

Anatomi Kebocoran Partisipasi: Dari Absen Digital Hingga Distraksi Algoritma

Investigasi hestek.id menemukan tiga pola taktis yang jarang dibahas dalam evaluasi daring nasional. Pertama, fenomena ghost attendance. Siswa login hanya untuk absen, lalu mematikan kamera dan membuka Mobile Legends, Free Fire, atau PUBG Mobile di perangkat yang sama. Kedua, kelelahan platform. Guru menggunakan WhatsApp Group sebagai LMS darurat, sehingga materi tenggelam oleh notifikasi lain. Ketiga, ketimpangan ekonomi digital. Tidak semua siswa datang dari keluarga yang berada, sehingga satu HP harus bergantian dengan orang tua yang bekerja sebagai pedagang atau buruh harian.

Game Online Sebagai Kompetitor Utama Guru di Rumah

Kalimat Sekarang anak-anak kebanyak nge-game bukan keluhan emosional, melainkan diagnosa pedagogis. Game online menawarkan sistem reward instan, level, dan interaksi sosial yang tidak dimiliki modul PDF statis. Ketika guru hanya mengirim tugas tanpa video conference, siswa kehilangan figur otoritas visual. Inilah yang membuat Dindik Banyumas mendorong inovasi metode, bukan sekadar menambah jam pelajaran.

Peran Wali Murid yang Hilang: Guru Tidak Bisa Mengawasi Sendiri

Titik kritis lain yang ditekankan Irawati adalah kolapsnya pengawasan. Kalau tidak ada pengawasan dari orang tua, lha guru ngawasinnya gimana? Di masa kayak gini kan butuh kebersamaan antara guru dan orang tua. Kalau dari Dindik atau guru tok kan gak bisa, tegasnya. Pernyataan ini mengoreksi asumsi lama bahwa tanggung jawab KBM sepenuhnya ada di sekolah.

Pada masa normal, guru memiliki 6-7 jam kontrol langsung di kelas. Pada masa daring, kontrol itu berpindah total ke rumah. Tanpa kebersamaan, sistem menjadi timpang. Orang tua yang harus bekerja di luar rumah, terutama di sektor informal Banyumas, tidak bisa mendampingi anak secara real-time. Akibatnya, kedisiplinan daring sangat bergantung pada literasi digital keluarga, bukan hanya pada kedisiplinan siswa.

Modul Adaptif dan Inovasi Video Conference Sebagai Antidot

Sebagai respons, Dindik Banyumas per Februari 2021 telah memperbaiki modul yang disesuaikan dengan kegiatan belajar mengajar daring. Modul tidak lagi disalin dari kurikulum tatap muka, melainkan diringkas menjadi aktivitas berbasis proyek yang bisa dikerjakan tanpa koneksi stabil. Langkah taktis kedua adalah instruksi kepada bapak ibu guru untuk semakin inovatif dalam mengajar lewat video conference.

Kalau lewat video conference kan wajah siswa kelihatan, nanti yang tidak hadir bisa langsung dihubungi orangtuanya, jelas Irawati. Metode tatap muka virtual ini menjadi alat verifikasi kehadiran paling efektif sebelum era absensi digital berbasis AI. Guru bisa melakukan panggilan langsung, bukan sekadar menunggu laporan.

Strategi Jemput Bola: Modul Fisik Untuk Daerah Blank Spot

Untuk mengatasi kesenjangan sarana dan prasarana, Irawati juga berharap sekolah dapat memberikan pelayanan kepada wali murid yang terkendala geografis dan sinyal provider. Solusinya adalah sistem luring terstruktur. Wali murid mengambil modul di sekolah, nanti ada penugasan dari bapak ibu guru. Wali murid juga diberi pengarahan singkat terkait modul dan penugasannya, pungkasnya. Skema ini yang kemudian menjadi cikal bakal model hybrid di Banyumas hingga 2022, sebelum pembelajaran tatap muka penuh kembali dibuka secara bertahap pada 2022-2023.

Konteks Terkini Per 18 September 2026: Evaluasi Jangka Panjang

Per 18 September 2026, pembelajaran daring di Banyumas sudah tidak menjadi sistem utama, namun warisan dari periode 2020-2021 itu masih relevan. Data partisipasi 70-80 persen pada 2021 menjadi baseline untuk kebijakan digitalisasi sekolah hari ini. Pemerintah Kabupaten Banyumas kini telah mengintegrasikan Platform Merdeka Mengajar dan Chromebook untuk mengurangi ketergantungan pada HP pribadi. Namun pelajaran fundamental tetap sama, tanpa sinergi guru-orang tua dan tanpa desain modul yang ramah sinyal, teknologi secanggih apa pun akan kalah oleh distraksi game online.

Indikator Evaluasi Daring BanyumasFakta Terverifikasi (18 Feb 2021)Dampak Strategis
Tingkat Partisipasi Aktif70-80 persen20-30 persen tidak pernah ikut kelas meski terdaftar
Penyebab Utama Tidak AktifMain game online, keterbatasan gawai dan sinyalPerlu pengawasan orang tua dan modul adaptif
Solusi Dindik BanyumasVideo conference, modul disesuaikan, jemput modul fisikMeningkatkan kehadiran visual dan akses luring
Tokoh SumberIrawati, Kepala Dindik BanyumasPernyataan resmi kepada hestek.id

Ikuti terus update pendidikan, kebijakan sekolah, dan potret Banyumas terkini hanya di hestek.id. Dapatkan analisis mendalam dan informasi terverifikasi seputar dunia pendidikan untuk keluarga Anda.